27 Juli 2009

The Chemistry



Personelnya yakni Eno (drumer Netral), Ipang (vokalis BIP), Yuke (basis Dewa 19), Kin (The Fly), Baron (gitaris band Soulmate).

"Awalnya, kita kumpul bareng di tempat Baron. Lalu kita menemukan ide membentuk The Chemistry," tutur Kin, di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (9/7/2009).

The Chemistry mengusung lagu bergenre rock. Mereka memang sengaja ingin menawarkan warna musik beda dari jenis musik Melayu yang kini ramai membanjiri industri musik Tanah Air.

"Kita ingin membuktikan kalau kita itu rock generation. Indonesia sangat luas. Di mata luar negeri, Indonesia sangat maju. Khususnya dunia musik. Tapi sekarang Indonesia mundur karena musiknya sama. Jadi, harus lebih banyak variasi. Kalau musik seragam enggak baik, kecuali sekolah," jelas Kin.

Untuk lagu andalan, The Chemistry mengandalkan lagu One Chemistry. Band yang tak punya tanggal pasti kapan terbentuknya itu membantah mengekor The Dance Company yang digawangi Pongky 'Jikustik', Ariyo Wahab, Baim, dan Nugie.

"Kita enggak ikut-ikutan sama sekali. Lagipula sudah jelas konsep kita berbeda. Kita lebih ngerock," kilahnya.

01 Juli 2009

Netral Siap Menggebrak Dengan The Story Of


Netral akan merilis album anyar yang bertajuk The Story of dalam waktu dekat. Album berisi 13 lagu ini memiliki tema beragam, antara lain persoalan sosial, persahabatan dan nasionalisme.

Menurut frontman dari band yang sudah berusia 16 tahun ini, Bagus, album ke-10 Netral ini jauh dari tembang cinta yang cengeng. Singel pertamanya adalah lagu Garuda Di Dadaku yang juga menjadi soundtrack film.

"Agustus sudah bisa keluar. Lagu pertamanya Garuda di Dadaku," ujar Bagus seperti yang dilansir vivanews.com Minggu 14 Juni 2009. "Kalau ada lagu cintanya yang pasti bukan cinta cengeng. Lebih cinta ke nasionalisme" imbuh Bagus.

Menurut Bagus, pada album Netral kali ini, tema utama yang akan diusung adalah kehidupan yang dialami sehari-hari seperti sosial dan persahabatan. Mereka juga mendaur ulang lagu Hari Merdeka yang biasanya santer terdengar saat perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus.

Dalam sebuah acara di televisi beberapa waktu yang lalu, Netral juga mengungkapkan alasan mundurnya waktu rilis album, dari rencana semula bulan Mei menjadi sekitar bulan Agustus 2009. Keinginan untuk melahirkan karya yang bermutu adalah penyebabnya. Mereka sempat beberapa kali mengganti konsep cover album dan beberapa kali pula melakukan mixing ulang, semuanya dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Kini persiapan album Netral sudah hampir rampung dan siap dirilis ke pasaran. Untuk mempromosikan album ini, dalam dua bulan kedepan Netral akan berkeliling ke Bandung, Surabaya dan Bali. (vivanews/bug/pic:facebook)