04 Juni 2009

Korban Arak Metanol Terus Bertambah Di Bali

Denpasar, 29 Mei 2009 16:02
Jumlah korban akibat mengonsumsi arak dicampur metanol dan etanol di Bali, terus bertambah. Selain warga Denpasar dan Tabanan, juga Gianyar dan Bangli.

Bahkan di Bangli, dari 12 korban yang datang berobat ke RSUD setempat, seorang di antaranya yakni warga dari Desa Songan, Kitamani, tercatat menghembuskan napas yang terakhir begitu dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Bersamaan dengan itu, seorang pasien dari Gianyar juga diketahui menemui ajal saat menjalani peratawan di rumah sakit.

Petugas pada RSUP Sanglah mengatakan, dengan tewasnya seorang warga dari Bangli, maka angka korban meninggal dunia akibat minum arak metanol telah mencapai 19 orang.

Dikatakan, sejak kasus arak metanol merebak akhir pekan lalu, RSUP Sanglah terus-menerus kedatangan pasien dalam jumlah yang cukup banyak.

Bersamaan dengan itu, pasien yang masih dalam perawatan itupun secara bergiliran jatuh "berguguran".

Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Kokot Indarto mengakui dari hasil penyelidikan, terhitung telah 18 orang tewas setelah mereka meneguk minuman oplosan yang sering disebut arak metanol.

Sejumlah korban keracunan arak metanol diketahui mulai datang ke Sanglah sejak Sabtu (23/5) tengah malam, kemudian sehari berikutnya belasan korban serupa menyusul memerlukan peratawan.

Dari puluhan korban yang datang berobat, termasuk yang dirujuk dari RSUD Tabanan, dua di antaranya meninggal dunia pada hari Senin (25/5) lalu.

Sehari berikutnya, Selasa (26/5), menyusul empat orang tewas, dan sejak Rabu (27/5) hingga Kamis dinihari terhitung tujuh korban mengikuti rekannya ke alam baka.

Selama Kamis (28/5) hingga Jumat siang, enam korban menyusul tewas, sehingga total menjadi 19 orang.

Menurut petugas medis RSUP Sanglah, jumlah korban tewas bisa terus bertambah mengingat sejumlah pasien kini masih dalam kondisi cukup kritis dalam peratawan di rumah sakit terbesar di Pulau Dewata itu.

Dari hasil tes pada Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Denpasar, terungkap bahwa minuman yang telah merenggut belasan nyawa itu adalah cairan oplosan yang terdiri atas unsur arak dicampur bahan mengandung metanol dan etanol.

"Adanya dua unsur cairan kimia yang telah dicampurkan dengan arak tradisional Bali itu, akhirnya terungkap telah mengakibatkan belasan peninumnya tewas," kata Kepala Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Denpasar, Kombes Pol Muhibin.

Dikatakan, dari hasil tes lewat Labfor, diketahui bahwa arak yang diminum belasan korban itu positif berkadar metanol dan etanol yang cukup tinggi.

"Memang bedebah tu orang yang bikin....ga ada kerjaan lain pa..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kasi comment ya biarpun ga berguna buat kalian.....